hari itu akan datang
hari ini terlewati dengan perasaan yang sedikit gundah
hari esok ingin lebih baik
lusa lebih baik lagi
hari yang ditunggu
akan datang 6 hari lagi
putri hijau ada keinginan di hari itu
pangeran berkuda putih datang menjemput
putri hijau menghikutinya
pangeran itu membawanya
putri hijau tidak ingin lagi sendiri
kini pangeran di sampingnya
menemani sinar hidupnya
menjelajah ke seluruh hutan
putri hijau bermimpi untuk selalu seperti ini
putri hijau selalu merasa sendiri dalam hidupnya
tak punya teman
hanya sendirian di istana yang besar
setiap putri hijau hendak tidur
selalu berharap untuk hari esok
tapi tak ada yang berubah
mimpi hanyalah mimpi
putri hijau hanya bisa bermimpi
tak dapat merubah menjadi kenyataan
putri hijau selalu menunggu
sosok pangeran berkuda putih
untuk menjemputnya
menemaninya
Minggu, 30 Maret 2014
Jumat, 21 Maret 2014
Tujuan dengan Harapan
melihat jauh yang bercahaya
satu yang datang menghampiri
mengarah kemari
memberi sedikit cahaya
kembali tanpa diminta
kedatangannya menjadi bersinar
lebih bersinar dari sebelumnya
terus memancarkan kemurniannya
saat semua cahaya ingin diambil
samar-samar hitam mengikuti
terus mendekat dan hinggap
cahaya yang disimpan sedikit lebih redup
gejolak sinar harapan
selalu membara
bertahan dan melekat kuat
tidak tersentuh oleh butir yang kusam
titik hitam masih mendekat
batu sinar terus terpancar
mengalahkan butir-butir hitam
kembali meraih sinarnya
sekarang menuju ratu cahaya
mendapatkan medali cahaya
dan bersinar terang ke semua penjuru
tanpa meninggalkan titik hitam
Kamis, 20 Maret 2014
Kesendirian yang Sakit
penopang dedaunan
terdengar lemah dan rapuh
dalam bayang semak
tak terlihat kehangatan
gelap dan dingin
selalu sesak
tak mampu menangkap cahaya
sangat jauh dari bahagia
tak satupun yang dengar
hanya menyimpan perih
mengumpulkan air mata
dan sayatan selalu hadir
hanya bisa diam
tak dapat melangkah
selalu tak dianggap
dan tak berguna
selalu merasa sakit
cahaya yang diraih
tak mampu melengkapi
sendirian tak berteman
akan semua selalu terjadi
tak tau harus bagaimana
semua yang dilakukan sia-sia
buta tak mampu melihat yang lain
terus mempunyai harapan
walau sulit di genggam
hati yang menyimpan banyak rasa
selalu memiliki harapan
terdengar lemah dan rapuh
dalam bayang semak
tak terlihat kehangatan
gelap dan dingin
selalu sesak
tak mampu menangkap cahaya
sangat jauh dari bahagia
tak satupun yang dengar
hanya menyimpan perih
mengumpulkan air mata
dan sayatan selalu hadir
hanya bisa diam
tak dapat melangkah
selalu tak dianggap
dan tak berguna
selalu merasa sakit
cahaya yang diraih
tak mampu melengkapi
sendirian tak berteman
akan semua selalu terjadi
tak tau harus bagaimana
semua yang dilakukan sia-sia
buta tak mampu melihat yang lain
terus mempunyai harapan
walau sulit di genggam
hati yang menyimpan banyak rasa
selalu memiliki harapan
Langganan:
Komentar (Atom)