Minggu, 30 Maret 2014

Special Day untuk Putri Hijau

hari itu akan datang
hari ini  terlewati dengan perasaan yang sedikit gundah
hari esok ingin lebih baik
lusa lebih baik lagi

hari yang ditunggu
akan datang 6 hari lagi

putri hijau ada keinginan di hari itu
pangeran berkuda putih datang menjemput
putri hijau menghikutinya
pangeran itu membawanya

putri hijau tidak ingin lagi sendiri
kini pangeran di sampingnya
menemani sinar hidupnya
menjelajah ke seluruh hutan

putri hijau bermimpi untuk selalu seperti ini
putri hijau selalu merasa sendiri dalam hidupnya
tak punya teman
hanya sendirian di istana yang besar

setiap putri hijau hendak tidur
selalu berharap untuk hari esok
tapi tak ada yang berubah

mimpi hanyalah mimpi
putri hijau hanya bisa bermimpi
tak dapat merubah menjadi kenyataan

putri hijau selalu menunggu
sosok pangeran berkuda putih
untuk menjemputnya
menemaninya


Jumat, 21 Maret 2014

Tujuan dengan Harapan

melihat jauh yang bercahaya
satu yang datang menghampiri
mengarah kemari
memberi sedikit cahaya

kembali tanpa diminta
kedatangannya menjadi bersinar
lebih bersinar dari sebelumnya
terus memancarkan kemurniannya

saat semua cahaya ingin diambil
samar-samar hitam mengikuti
terus mendekat dan hinggap
cahaya yang disimpan sedikit lebih redup

gejolak sinar harapan 
selalu membara
bertahan dan melekat kuat
tidak tersentuh oleh butir yang kusam

titik hitam masih mendekat
batu sinar terus terpancar
mengalahkan butir-butir hitam
kembali meraih sinarnya

sekarang menuju ratu cahaya
mendapatkan medali cahaya
dan bersinar terang ke semua penjuru
tanpa meninggalkan titik hitam

Kamis, 20 Maret 2014

Kesendirian yang Sakit

penopang dedaunan
terdengar lemah dan rapuh
dalam bayang semak
tak terlihat kehangatan

gelap dan dingin
selalu sesak 
tak mampu menangkap cahaya
sangat jauh dari bahagia

tak satupun yang dengar
hanya menyimpan perih
mengumpulkan air mata
dan sayatan selalu hadir

hanya bisa diam
tak dapat melangkah
selalu tak dianggap
dan tak berguna

selalu merasa sakit
cahaya yang diraih
tak mampu melengkapi
sendirian tak berteman

akan semua selalu terjadi
tak tau harus bagaimana
semua yang dilakukan sia-sia
buta tak mampu melihat yang lain

terus mempunyai harapan
walau sulit di genggam
hati yang menyimpan banyak rasa
selalu memiliki harapan